Mereka, Warna di Masa SMA
Pertemanan, satu kata yang menjadi pengalaman berharga untukku. Mereka adalah orang-orang yang menemani aku di masa putih abu-abu ku ini. Kata orang, masa putih abu-abu adalah masa yang paling indah, dan ternyata itu benar. Awalnya, aku berpikir masa putih abu-abu akan biasa saja. Ternyata, masa yang indah itu diisi oleh manusia-manusia luar biasa ini.
Tentu saja, pertemanan tidak selalu mulus. Ada kalanya kami bertengkar, ada masalah yang muncul. Tapi semua itu pada akhirnya terbawa arus. Yang tadinya marahan tiba-tiba bisa baikan, seperti kata orang-orang, konflik kecil justru membuat kami semakin dekat. Dan ternyata, itu benar adanya.
Awalnya aku ragu, apakah di masa putih abu-abu ini aku bisa memiliki pertemanan yang seru. Aku sadar, sifatku kadang menyebalkan, terutama saat sedang tidak mood. Aku sempat berpikir pasti banyak yang tidak suka. Tapi mereka berbeda. Aku sampai kaget, bagaimana mereka bisa bertahan dengan sifatku yang seperti itu?
Aku selalu berdoa semoga semesta memberikan mereka kehangatan, dikelilingi orang-orang baik, dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Aku juga berharap mimpi-mimpi mereka dapat tercapai, apa pun itu.
Tahun 2025 nanti, Januari, Februari, dan Maret adalah masa-masa terakhir kita bersama. Setelah itu, kita akan melanjutkan perjalanan masing-masing. Mungkin kita akan bertemu lagi, tapi tidak akan seperti saat sekolah. Tidak ada lagi tawa tentang hal-hal random, bolos, ke kantin bareng, mengeluh soal pelajaran, atau cerita-cerita lainnya. Aku tahu, aku akan sangat merindukan momen-momen ini.
Terima kasih, Bian, Ian, Desti, Ana, Cia, Gabby, dan Lea. Terima kasih karena sudah membuat tahun 2024 ini begitu berarti. Hidup lebih lama, ya, karena aku mencintai kalian. Aku ingin melihat kalian sukses, bahagia, dan mimpi-mimpi kalian tercapai

Komentar
Posting Komentar